Showing posts with label puisi kimia. Show all posts
Showing posts with label puisi kimia. Show all posts

Friday, April 8, 2011

Ku penuhi ragaku dengan cintamu

Kupenuhi ragaku dengan cintamu 
Laksanana elektron yang selalu beredar teratur sesuai 2n2
Kubawa cintaku padamu
Sepenuh hati, segenap jiwa, kokoh laksana logam-logam Alkali
Demikian cintaku padamu
Bagai seiris natrium yang meledak dan mengeluarkan H2 saat bereaksi dengan air
Demikian pancaran dan kekuatan cintaku padamu

 kau sumber inspirasi reaksiku
Setiap hari kutemui, berbagai aktivitas mesti melibatkan reaksimu
Bagaimana kubisa hidup tanpa reaksi endoterm cintamu?
Kesetimbangan akan bergeser kearahmu,
jika padaku kau beri perbesaran koefisien cintamu
karena sesuai perbandingan hukum gas ideal,
kubawa konfigurasi kemuliaan oktet cintaku                                                         
agar sifat periodik unsur cintaku dapat kau ramalkan tempatnya seperti kata Mendeleev
sehingga kau dapat mengetahui dimana golongan dan periode cintaku padamu

Keridhoan-Mu

Kemarau...
Terasa membakar entalpi kepalaku
Menguras habis energi dalamku
Hingga tak mampu ku bertumpu
Apa yang salah dengan sistem bumi ini
Hingga hujan tak kunjung ke bumi
Tuk sirami lingkungan yang panas dan mati
Akibat banyaknya tuangan kalori
Oh... kapankah titik air kan bertamu
Satukan energi ikatan dalam diriku
Hadirkan gairah energetika jiwaku
Jauhkan eksoterm siksaan panas di kalbu
Tuhan .......
Berapa jauh ku tlah melangkah
Tuk temukan usaha yang berkah
Rindukan hujan kan merekah
Ku tahu meski jalanku berliku
Semua berujung pada keridloanMu
Layaknya Hukum Hess ke arah yang satu
Karna alam adalah fungsi keadaan diriMu

Wednesday, March 9, 2011

Hidupku

tersudut pada orbital yang sepi
tanpa sahabat yang menemani
sirna,,,
semua tereksitasi
  andai ku mampu
  kan ku promosikan elektron hatiku
  tuk beri gelombang kebolehjadian
  pada hatimu yang mendualisme
namun,,,
ku harus ikuti aturan hund di kalbu
sendiri dalam orbital yang sunyi
menanti hadirnya elektron hatimu
  kini hidupku tlah berubah spin
  hingga tak bisa menyatu denganmu
  selalu berlawanan arah
  meski dalam orbital hati yang sama
sahabatku,,,
tak dapatkah hatimu mendipol sesaat
dengan induksi senyumku yang menebar
tuk berhibridisasi dengan orbital hatiku
  kesetiaan mu hanyalah kebolehjadian
  kadang ku temukan elektron sayang di kalbumu
  namun kau bak pasangan elektron bebas
  menjauh dan tak mampu ku merengkuhmu
sahabatku,,,
ku ingin kau berbaur denganku sperti dulu
merangkai orbital hibrida persahabatan yang baru
dalam kuantum hati yang mengharu biru