Showing posts with label wawasan islam. Show all posts
Showing posts with label wawasan islam. Show all posts

Sunday, April 29, 2012

RAHASIA WAKTU-WAKTU SHALAT FARDHU

Diambil dari Sebuah Buku yang Berjudul : Keajaiban Shalat Menurut Ilmu Kesehatan China
Pengarang : Lukman Hakim Saktiawan (Guru Kungfu dan Praktisi Terapi Pengobatan Tradisional China)

Waktu-waktu shalat mengajarkan kita untuk selalu menghargai waktu dan hidup sesuai dengan siklus alam semesta. Waktu-waktu shalat yang kita lakukan sangat sesuai dengan kaidah dan ketentuan sistem terapi dalam ilmu kesehatan China.

SHUBUH : Terapi Paru-paru

Waktu pelaksanaan Shalat Shubuh adalah sejak terbit fajar sampai hampir terbit matahari. Shubuh merupakan waktu yang tepat untuk proses terapi sistem pernapasan dan paru-paru, karena pada pagi hari udara masih bersih, oksigen masih segar. Dari paru-paru, darah mengambil “bahan bakar” yang masih baru & bersih, akhirnya keseluruhan organ menerima pasokan nutrisi yang bersih. Selanjutnya tubuh menjadi segar kembali dan otak menjadi jernih.

Penelitian mutakhir dalam ilmu medis Barat juga mengungkap manfaat kebiasaan bangun pada waktu shubuh. Ditemukan bahwa pada dini hari sekitar pukul 3.00 – 5.00 terjadi proses detoksin (pembuangan zat racun) di bagian paru-paru. Oleh Karena itu, biasanya selama durasi waktu ini, penderita batuk akan mengalami batuk hebat. Ini karena proses pembersihan (detoksin) telah mencapai saluran pernapasan.

Paru-paru dan usus besar merupakan organ yang saling berpasangan. Usus besar merupakan pengatur panas dalam perut. Jantung termasuk organ yang memiliki sifat panas. Apabila jantung memiliki sifat panas yang berlebihan, dengan pernapasan yang dilakukan pada saat udara benar-benar bersih, kita dapat mengarahkan panas jantung ke paru-paru dan dengan demikian mendinginkan panas dalam perut.

ZUHUR : Terapi Jantung dan Usus Kecil

Waktu Zuhur adalah sejak tergelincirnya matahari dari tengah-tengah langit hingga bayangan benda sama panjang dengan benda tersebut.

Jantung merupakan organ yang biasa dihubungkan dengan proses mental. Beberapa bentuk tekanan emosional seperti pusing, berdebar-debar, sesak napas, dan kemunduran vitalitas merupakan gejala-gejala umum dari penyakit jantung. Kemunduran chi jantung ditandai dengan kelemahan secara umum, seperti bicara terengah-engah, pernapasan yang pendek-pendek, dan sering berkeringat.

Jika wajah bengkak dan berwarna tidak cerah, kaki dan tangan terasa dingin, ini dinamakan kemunduran chi jantung. Gelisah, lekas marah, pusing, kehabisan akal, dan tidak bisa tidur adalah gejala kemunduran darah jantung. Bisa juga terasa aliran darah yang deras pada telapak tangan dan wajah, serangan demam ringan, dan berkeringat pada malam hari.

Gejala kelebihan chi jantung adalah akibat panas jantung. Ini terlihat dalam serangan demam tinggi, yang kadang-kadang disertai dengan menggingau, perasaan berdebar-debar yang mengganggu, kegelisahan yang sangat, tidak dapat tidur, dan sering mimpi buruk, wajah berwarna merah padam, lidah berwarna merah, atau terasa panas dan sakit, dan sering merasa panas ketika buang air kecil.

Waktu pelaksanaan shalat zuhur sangat sesuai dengan kaidah ilmu kesehatan China yang berpendapat bahwa berdasarkan sirkulasi chi, waktu yang tepat untuk melakukan terapi organ jantung adalah pada pukul 11.00 – 13.00. Waktu zuhur adalah saat kita berada di puncak kepenatan akibat aktivitas sepanjang siang. Dengan melakukan shalat zuhur sebagai bentuk relaksasi dan dipadukan dengan basuhan air wudhu’, panas jantung yang berlebihan bisa menjadi normal kembali. Akhirnya hal ini mempengaruhi sitem lainnya, karena fungsi jantung yang merupakan “penguasa” pembuluh-pembuluh. Jantung memompa darah agar selalu mengalir untuk membawa sari-sari makanan yang dibutuhkan oleh organ-organ lainnya. Tubuh kita yang penat dan pikiran kita yang sumpek akan tersegarkan kembali dan siap melanjutkan aktivitas.

Saturday, November 5, 2011

Cara menghilangkan bau prengus daging kambing

Olahan daging kambing khas Idul Adha
Tidak terasa tinggal hitungan hari kita akan merayakan hari raya Idul Adha. Sudah siapkah anda dengan kurban? Lalu hidangan apa saja yang kira-kira akan kita sajikan saat merayakan Idul Kurban besok. 
Namun, khusus Idul Adha kali ini, saya akan mencoba membagikan tips bagaimana caranya menghilangkan bau khas ‘prengus’pada daging kambing. Karena kita tahu, daging kambing itu susah susah gampang dalam mengolahnya. Salah-salah, bukannya kenikmatan sajian makanan daging kambing, malah nanti kita mabuk daging karena ada bau ‘prengus’ daging…
Berikut tips-tipsnya, semoga bermanfaat:
Perasan Jeruk Nipis atau Limau
Jeruk nipis atau limau memang terkenal dengan kasiatnya menghilangkan bau amis atau prengus didalam bahan masakan, termasuk daging-dagingan. Oleh karena itu, sebelum kita mengolah daging kambing, ada baiknya kita juga menggunakan perasan jeruk nipis atau limau untuk menghilangkan baunya.
Gunakan Timun
Ada alternative lain untuk menghilangkan bau khas daging kambing, yaitu dengan menggunakan potongan timun. Timun yang sudah dipotong-potong kita lumatkan bersamaan dengan daging kambing. Kita aduk bersamaan dengan daging selama 10-15 menit atau hingga dominan bau timun.
Kunyit dan Jahe
Selain perasan jeruk dan timun, kita dapat memakai potongan jahe dan kunyit. Perlu diperhatikan, jumlah kunyit yang kita pakai jangan terlalu banyak, jika ingin jahenya yang banyak. Proses ini berlangsung saat perebusan pertama daging. Jadi, kita merebus daging kambing bersama dengan jahe dan kunyit.
Lobak atau Kacang Hijau
Mungkin terkesan jarang didengar, namun ternyata lobak dan kacang hijau juga dapat digunakan dalam upaya menghilangkan bau daging saat dimasak. Kita dapat menambahkan irisan lobak atau segenggam kacang hijau dalam proses perebusan pertama daging. 
Daun Jambu Klutuk
 
Daun jambu klutuk juga dapat kita pakai dalam proses perebusan daging untuk menghilangkan bau ‘prengus’ daging kambing. Caranya mudah, dengan menambahkan beberapa lembar daun jambu klutuk dalam perebusan pertama daging.  
Arang
Alternatif lain yang mudah dalah dengan menggunakan arang saat perebusan pertama daging. Caranya dengan memotong kecil-kecil arang lalu cuci bersih dan dicampurkan ke dalam rebusan pertama daging kambing. 
Demikian tips-tips dalam menghilangkan bau ‘prengus’ dalam mengolah hidangan kurban, khususnya daging kambing. Semoga bermanfaat dan Selamat Berkurban…

Sunday, June 12, 2011

TIPS AGAR DAPAT SHALAT DENGAN KHUSYU’

Khusyu’ menurut defenisi Hasby ash Shiddieqy adalah pengekspresian ketundukan pada Allah dengan hati dan jasmani yang tenang. dengan demikian, dapat diambil kesimpulan khusyu’ berawal dari adanya ketenangan (thuma’ninah)
Khusyu’ adalah ruhnya shalat. setiap muslim, yang selalu bersemangat meniti jalan menuju nilai-nilai taqwa, pastilah mengerahkan segenap daya upayanya untuk mencapai ke-khusyu’an dalam shalatnya.
QS : 23:1.” Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman”
QS : 23:2. “(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya
Menurut Iman Al-Ghazali, shalat khusyu’ itu terdiri dari 6 pilar, yaitu :
1.      Hudlurul Qalbi (Menghadirkan Hati)
Adalah pemusatan fikiran dan fokus bermunajat kepada Allah, tidak sedang berpikir yang lain. terkadang seseorang berpikir tentang sesuatu dalam shalat, pada hal sebelumnya dia tidak memikirkan apa pun, itu lah setan yang mencoba menyelami pikiran manusia agar berpaling dari kekhusyu’an.
2.      Tafahhum (Penghayatan)
Mengerti dan memahami apa yang dibaca dalam shalat. dengan bekal pemahaman atas apa yang dibaca dalam shalat, seseorang dapat memusatkan fikirannya pada bacaannya. dan setelah memahami arti dan maksud dari bacaan, hendaknya di hayati.
3.      Ta’dzim (Membesarkan Allah SWT)
Mengakui kebesaran Allah adalah pujian kepada Allah SWT atas Maha hebatNya atas segala nikmat yang diberikanNya. kebesaran atas kekuasaanNya yang tak tertandingi, yang menciptakan bumi dan langit berserta isinya, serta kagum atas kehebatan Allah yang maha besar atas segalanya.
4.      Haibah (Takut dan Kagum atas kebesaran Allah SWT)
“Dari abi Rihanah sesungguhnya ia bersama Rasulullah SAW pada suatu peperangan, kemudian dia mendengar pada suatu malam Rasulullah SAW berdoa, api neraka haram menyentuh orang yang bergadang untuk ibadah di jalan Allah dan api neraka haram menyentuh orang yang air matanya mengalir karena takut kepada Allah. (H.R. ad Darimi)
5.      Raja’ (Mengharap ampunan Allah)
QS : 2:218. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
6.      Haya’ (Rasa Malu)
QS : 16:19. “Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakan”
Allah SWT adalah Dzat yang maha mengetahui segala sesuatu yang ada di bumi, perbuatan baik pastilah akan mendapat pahala dan perbuatan buruk menjadi dosa dan kehinaan bagi diri manusia itu. Diri kita yang tak luput dari dosa dan hawa nafsu, tampak begitu hinanya kita atas dosa kita di hadapan maha sucinya Allah, dan rasa malunya kita dihadapan Allah, membuat diri merasa takut akan dosa kita dan siksa Allah SWT, sehingga memacu kita untuk bertaubat dg sungguh sungguh dan selalu berbuat amal kebaikan untuk medapat ridho Allah SWT.